Friday, September 11, 2009

Me VS My Self

Saat tidak bisa menemukan apa yg ingin kita raih? atau apa tujuan kita? rasanya ada ruang dalam hati yg tiba2 mati rasa. Mengerti akan kenyataan, bukan berarti dapat menerima semuanya. Kenapa ada orang yg terbiasa disakiti dan menerima semua perasaan sakit itu? Tapi ada juga orang yang ga siap menerima perasaan tidak menyenangkan dan selalu menghindar.
Apa harus selalu bersembunyi dibalik bayang2 masa lalu. Mengapa selalu menjadikannya alasan untuk dipandang rapuh. Apa ga lelah selalu mengejar kesenangan semu. Terasa nyamankah dengan berbuat sesuka hati tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Ketika sudah lelah bercerita dan merasa, hanya bisa menjadi mayat hidup yang tersenyum. Ayo jangan lelah mencari diri, temukan isi yg akan berada diantara kehampaan. Sampai kapan hanya menjadi penonton dan terus dilewati orang banyak?

Wednesday, September 09, 2009

berat

Mencoba menghembuskan nafas yg tersangkut di tenggorokan
mengais sisa kehidupan yang ada
mengumpulkan tenaga untuk menghirup udara yg tertinggal

Mengapa begitu terasa berat, hanya untuk mengambil hak
resah hanya untuk antri dibelakang
menyeret kaki yg tdk berkerangka

Memporak-porandakan semua yg sudah ada
Menghancurkan tahta hati yg berbunga
Terlalu lelah untuk merangkai puzzle

Apa arti semuanya, jika tidak bermakna
Melangkah tanpa jejak, hanya untuk memastikan arah
Mengalir bagai air tanpa tersaring

Tuesday, September 08, 2009

insomnia...

Di saat hati resah seperti ini banyak uneg2 yg pengen aku katakan......tapi mungkin karena ga tau mau cerita apa? dan cerita ama sapa? jadinya cuman bisa nulis. Itu yg bikin aq suka nulis puisi atau kata2 puitis, karena aq pengen ungkapin sesuatu dalam hatiku yg ga bisa secara langsung aq katakan pada siapapun.
ramadhan ini terasa berbeda buatku, penuh makna tersendiri.....Akhir2 ini aku juga sulit tidur, dalam sehari aq paling lama tidur hanya 4 jam. Disaat badan sudah sangat penat dan mata sudah menutup, tapi otakku tak pernah berhenti bekerja selalu ada sederet cerita yg terlintas. Jadi walaupun mataku terpejam dan badanku sudah merasakan kepenatan yg amat aku masih tetap terjaga. Mungkin itu yg disebut terjaga dalam tidur. Anehnya aq sudah mencoba banyak cara supaya otakku berhenti bercerita, tp seakan dia punya nyawa sendiri yg ingin terus bercerita tanpa lelah. Menceritakan semua bebannya selama ini. Mungkin aq sudah terlalu memaksa otakku untuk menerima dan menyelesaikan semua masalah yg kuhadapi. Tanpa kusadari mungkin itu salah satu bentuk pemberontakkan diriku akan diriku sendiri, yg mungkin terlalu sering menghindari masalah.